Bisnis: Melawan Kompetisi Dengan Inovasi

no Comment

inovasi

Minggu lalu kita semua yang berada di Jakarta dikejutkan oleh peristiwa demo antara conventional taxi dengan online transportation. Alhasil, nggak sedikit dari kita yang kecewa dengan salah satu taksi yang brand-nya selama ini sudah menjadi kepercayaan banyak orang, melihat beberapa supir mereka yang berlaku brutal. Sedih banget lihatnya.

Well, jaman berubah sangat cepat tanpa ijin dulu ke kita. Dulu untuk bisa lihat hasil foto, harus cuci film dulu, trus dicetak. Sekarang dengan jaman digital nggak ada tuh jatah cuma bisa foto 24 atau 36 kali aja. Mau selfie sampai bibir kering juga bisa.

Kenyataan lain yang sudah beberapa tahun ini terjadi adalah makin banyaknya majalah atau koran cetak yang tutup. Orang malas beli majalah dengan harga Rp35.000 – Rp55.000. Sekarang liat aja secara online, gratis.

Soal kerusuhan taksi kemarin, gimana nggak bikin deg-degan pengusaha taksinya coba? Saingannya lebih murah, mobil bisa pilih, nggak pakai antri atau nunggu di pinggir jalan. Kita tinggal duduk manis di dalam mall atau kantor, berasa punya supir pribadi, lebih aman karena kita bisa lihat posisi mobil sudah di mana (apalagi buat yang pesan untuk antar orangtua atau anak) dan lebih bergensi karena seakan-akan nggak naik transportasi umum.

Jadi bagaimana cara kita bisa ikutan bersaing dengan dunia bisnis yang sangat cepat? Salah satunya adalah dengan INOVASI. Suka tidak suka, inovasi harus terus dijalankan, mulai dari inovasi packaging, cara jualan, harga produksi, teknologi dan sebagainya.

Ini dua contoh perusahaan yang menurut saya keren karena nggak cuma bisa survive, tapi juga sukses melawan persaingan:

Garuda Indonesia melawan Low Cost Carrier

Sebagai service flight, pastinya Garuda Indonesia nggak bisa dong ikut-ikutan perang harga melawan low cost carrier. Bisa-bisa nantinya merugi terus karena harus nombok. Langkah pintar yang ditempuh Garuda adalah dengan meningkatkan pelayanan, melakukan upgrade mobile app, menambah jadwal penerbangan dan sebagainya.

Fuji Film melawan era digital

Sejak dunia kita jadi semakin digital, pastinya bisnis roll film sudah nggak diminati sama sekali. Tapi kerennya, mereka nggak panik dan berakhir bangkrut. Tau kan fenomena TerFuji-Fuji? Alias semua orang punya kamera Fuji itu.

Tapi buat saya yang salah satu invoasi mereka yang paling keren adalah pembuatan brand kosmetik, Astalift. Yang kita tau kan memang semua kosmetik pakai yang namanya collagen. Nah, ternyata sejak jaman dulu Fuji sudah jago banget di urusan collagen ini karena ternyata bahan ini dipakai di film, loh. Jadi mereka langsung memakai pengetahuan mereka yang sudah lebih dari 80 tahun itu untuk membuat bisnis baru.

Nah, bagaimana dengan bisnismu? Yang namanya kompetisi pasti akan datang terus. Belum lagi suka ada si tukang contek yang bisanya niru aja itu, huh. Sekarang, daripada demo dan marah-marah, lebih baik kita bikin inovasi baru supaya bisa menang dalam persaingan.

Leave a Reply