Behind the Scene: Konser Glenn Fredly “Menanti Arah”

one Comment
Konser Glenn Fredly “Menanti Arah” yang dapat dinobatkan sebagai salah satu konser terbaik tahun ini menurut majalah Rolling Stone Indonesia

Konser Glenn Fredly “Menanti Arah” yang dapat dinobatkan sebagai salah satu konser terbaik tahun ini menurut majalah Rolling Stone Indonesia

Saking terpesona (ku pada pandangan pertama :D) sama konser Glenn Fredly “Menanti Arah”, ReeSays pun ngobrol-ngobrol sama Dinda Kamil yang menyebut dirinya bagian dari Tim Gambreng konser ini, alias sibuk sana-sini mengerjakan apa saja yang dibutuhkan. Dan seperti yang bisa dibayangkan, persiapannya heboh dan seru!

Hai Dinda. Kenalan dulu :) Sudah berapa lama kerja bareng Glenn Fredly?

Saya kenal dengan Glenn sudah sejak tahun 2004. Lucunya, saya selalu andil dalam hampir semua konser Glenn. Di konser perdananya dulu, saya bertugas sebagai LO (Liaison Officer) dari bintang tamu, di konser berikutnya saya bertugas menulis profil Glenn untuk Program Book, lalu konser tahun ini saya bertugas sebagai ‘segala macam’. Glenn menempatkan saya di semua divisi kayaknya. 😀

Intinya, saya full mengerjakan project Glenn yang terakhir ini mulai Januari tahun ini. Kebetulan tahun 2015 juga bertepatan dengan 20 tahun Glenn Fredly berkarya di industri musik Indonesia. Sepanjang 2015 ini ada banyak kegiatan yang dilakukan Glenn, mulai dari merilis buku bertajuk ‘20’ (di mana judul lagu-lagu Glenn ditulis dalam bentuk cerpen oleh 12 penulis), sampai tur ke 20 kota di Indonesia, dimana Jakarta dan Ambon mendapatkan treatment khusus dan spesial. Jadi, kalau ditanya sudah berapa lama dan berapa kali terlibat dalam project Glenn, jawabannya “Nggak kehitung”, hihi.

Glenn di konser “Menanti Arah”, makin matang berkarya.

Glenn di konser “Menanti Arah”, makin matang berkarya.

Apa yang bikin seru dari persiapan konser “Menanti Arah” kemarin?

Serunya adalah kami menyiapkannya sambil tur keluar kota. Jadi pikiran terpecah tapi di saat yang sama harus berjalan beriringan. Energi dan waktu terkuras buat Glenn seorang. Sampe kebawa mimpi berhari-hari, loh. Haha. Selain itu, Glenn pikirannya nggak bisa ditebak. Ide baru bisa muncul dan berubah dalam hitungan menit, membuat saya dan suami (Jozz Felix, bagian dari tim visual Glenn Fredly) bagaikan Roro Jonggrang yang diminta mewujudkan gambar-gambar visual sesuai permintaannya. Heboh mah pasti. Tapi seru! Bisa kenalan dengan tim produksi seperti lighting, visual dan sound, jadi nambah ilmu banget.

Saya dan suami, Jozz Felix, siap bekerja untuk tur dan persiapan konser Glenn Fredly.

Saya dan suami, Jozz Felix, siap bekerja untuk tur dan persiapan konser Glenn Fredly.

Apa yang membuat “Menanti Arah” berbeda dari konser atau show Glenn Fredly yang lain?

Yang secara visual paling kelihatan: Panggung 360 derajat. Konsep ini belum pernah dirasakan oleh Glenn, band player (The Bakuucakar) ataupun kita semua sebelumnya. Lalu ada juga LED screen berputar ala NBA. Nah ini bikinnya sungguh menantang. Harus diisi dengan apa dan bagaimana pembagian yang adil untuk semua penonton adalah dua di antara banyak pertanyaan yang mengisi benak kami. Artinya, Glenn harus extra fit untuk keliling stage selama kurang lebih 3 jam. Nggak hanya itu, band player harus ditaruh di semua sisi biar adil untuk penonton. Pertanyaan “Glenn akan menghadap ke arah mana nih? Nanti kita nggak bisa lihat dong” dijawab oleh Glenn, “Nggak masalah saya akan ada di mana. Yang penting saya bisa lihat kalian semua dan kalian melihat ke satu arah pusat, yang dimana kalau saya nggak ada, kalian bisa saling lihat satu sama lain”. Hihi, bisa aja!

Sebagai yang menyaksikan persiapan konser ini dari awal sampai akhir, what’s your personal favorite part of the concert?

Bagian paling favorit saya adalah OPENING! Bagian ini seru banget karena terdiri dari VT (Video Tape) Opening yang berisi video kumpulan dari lagu-lagu tahun 90an. Di VT ini, Glenn berusaha mengajak penonton kembali ke era 20 puluhan tahun yang lalu, di mana nama Glenn mulai besar dan banyak mendapatkan inspirasi dalam musik. Fun fact: Pengerjaan video opening ini baru selesai H-1! Hihihi. Nekat ya.

Lalu yang selanjutnya terjadi setelah VT itu ditayangkan adalah seperti yang bisa dilihat pada konser, LED screen naik ke atas yang di mana dibalik LED itu Glenn sudah siap beraksi dengan nangkring di atas sepeda BMX merahnya, yang juga menjadi simbol tahun 90an.

Glenn memasuki panggung mengendarai sepeda BMX. 90s banget!

Glenn memasuki panggung mengendarai sepeda BMX. 90s banget!

Turun dari sepeda, Glenn siap menghibur para penonton.

Turun dari sepeda, Glenn siap menghibur para penonton.

Sounds fun indeed!

 

Konser “Menanti Arah” dari atas. Malam yang tak terlupakan untuk banyak orang.

Konser “Menanti Arah” dari atas. Malam yang tak terlupakan untuk banyak orang.

Comments

  1. Kaleidoskop: 10 Biggest Entertainment News in 2015 | ReeSays
    Kaleidoskop: 10 Biggest Entertainment News in 2015 | ReeSays | Posted on December 31, 2015 at 1:36 am

    […] Daftar ini saya tutup dengan konser terbaik dalam negeri yang saya datangi: Konser Glenn Fredly ‘Menanti Arah’. Buat penggemar musik tanah air, saya yakin bukan cuma saya saja yang menganggap konser ini keren banget. Menandai 20 tahun berkarya, saya merasa malam itu Glenn bernyanyi hanya untuk saya. Nggak hanya itu, berbagai elemen di konser ini juga dipikirkan dan ditampilkan dengan baik, mulai dari tata panggungnya, bintang tamunya sampai multi medianya. Bangga dan puas rasanya! Baca juga cerita behind the scene konser ini di sini. […]

Leave a Reply