Beda Gaya Traveling di Umur 20an, 30an dan 40an

no Comment

Karena sudah ngalamin dekade hidup yang berbeda-beda, sesekali saya suka memikirkan dan membandingkan apa yang terjadi dan saya alami di usia 20an, 30an dan sekarang di awal 40 tahun. Setelah sebelumnya saya menulis soal perbedaan gaya pertemanan di tiga dekade usia ini, kali ini saya mengangkat tentang perbedaan gaya traveling di dekade usia yang berbeda-beda ini. Yuk, simak dan bandingkan dengan pengalamanmu.

 

What to do

– 20an: Semua activitas mau dicobain (apalagi kalau ada yang gratis). Pergi dari pagi sampai malam, itu pun malamnya masih lanjut clubbing atau hang out. Herannya, energi kayak nggak ada habisnya. Pulang clubbing besoknya brunch masih bisa loh, hihi.

– 30an: Mulai suka capek dan prefer untuk ada break antara kegiatan pagi-siang dengan kegiatan sore-malam. Masih mau keluar malam, tapi buat duduk-duduk cantik aja, bukan yang clubbing pulang pagi. Trus biasanya pijat mulai dimasukin ke itinerary, haha.

– 40an: Kecuali memang yang tipe bangun dan beraktivitas pagi, biasanya di umur 40an kita mau lebih menikmati hari dengan slow-mo alias dengan santai. Long breakfast dan ngobrol sama pasangan selalu terdengar menyenangkan. Kita juga nggak berorientasi pada banyaknya tempat wisata yang mau kita datangi. Kalau di destinasi tersebut ada 10 tempat hits, kita nggak keberatan pergi ke hanya 5 tempat asal bisa benar-benar menikmati suasana di sana.

Smiling man holding Anywhere sign and hitchhiking at roadside

Traveling in our 20s – Whatever, whenever, wherever, you name it!

 

Where to go

20an: Biasanya di umur 20an kita lebih penasaran sama berbagai tempat dan nggak keberatan pergi ke destinasi yang infrastrukturnya belum bagus. Trus pertimbangan lainnya adalah karena budget liburan belum banyak, perginya ke tempat-tempat yang nggak terlalu jauh. Misalnya menjelajah Asia Tenggara yang eksotis dan seru atau menjelajah Indonesia yang memang indah banget dan sekarang tempat-tempat wisatanya makin banyak terekspos. Selain itu, kita juga nggak keberatan road trip alias berjam-jam di mobil, karena kalau perginya sama teman-teman, ini justru seru.

– 30an: Karena nggak selalu bisa liburan lama (karena kerjaan sudah lebih demanding), sesekali kita melakukan quick getaway. Atau kalau mau sedikit free spirited, kita nggak keberatan camping tapi tentu maunya yang glamping, hihi. Iya dong, di satu sisi mau menikmati keindahan alam, tapi di satu sisi kita butuh kenyamanan tempat tinggalnya juga.

– 40an: Go “Eat, Pray, Love” style – alias pergi ke tempat di mana kita bisa liburan dengan tenang, makan enak, bisa refleksi diri dan perginya sama orang tersayang. Buat yang berkeluarga dan perginya sama anak-anak, pastinya pemilihan tempat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Traveling in our 30s – Prefer to travel with just 1-2 best friends and get our own room instead of staying in a hostel or dorm.

Traveling in our 30s – Prefer to travel with just 1-2 best friends and get our own room instead of staying in a hostel or dorm.

 

When to go

20an: Bisa pergi kapan aja – asal ada uangnya. Di umur 20an biasanya kita either baru lulus kuliah atau masih jadi first jobber dan pekerjaan kita belum terlalu banyak menuntut, jadi masih bisa pergi kapan aja asal masih punya jatah cuti dan ada dananya.

– 30an: Sudah mulai susah untuk pergi kapan pun kita mau karena pekerjaan sudah lebih demanding.

– 40an: Buat yang sudah berkeluarga, waktu liburan pasti disesuaikan dengan jadwal libur anak-anak

 

Who to travel with

– 20an: Seru banget traveling bareng teman-teman! Menginap di hostel pun nggak masalah, malah berharap bisa kenalan sama traveler lainnya dan bisa jalan-jalan bareng.

– 30an: Sudah lebih suka traveling sendirian, sama pasangan atau sama 1-2 teman dekat. Intinya sih nggak pingin yang terlalu ramai dan lebih memilih punya quality time sama diri sendiri atau orang terdekat.

– 40an: Buat yang berkeluarga, tentunya traveling sama keluarga. Buat yang single, sama seperti gaya traveling umur 30an, prefer sama pasangan, teman dekat atau sendiri aja biar lebih tenang.

Traveling in our 40s – Prefer to travel with our loved ones.

Traveling in our 40s – Prefer to travel with our loved ones.

 

How to travel

– 20an: Nggak keberatan backpacking, artinya bisa bawa koper tapi liburan dengan budget minim atau bisa juga literally bawa backpack. Semuanya prefer yang “budget” karena dana terbatas.

– 30an: Mulai agak males tinggal di hostel (kecuali kalau memang tipe yang suka dengan hostel atau dorm) karena ingin punya privacy dan sudah mampu untuk tinggal di hotel yang lebih mahal atau lebih private. Mulai mencoba untuk menginap di boutique hotel. Biasanya mulai nggak suka bawa backpack ke mana-mana karena mulai gampang encok alias sakit punggung, hahaha.

– 40an: Bawa koper yang proper, gedean dikit nggak masalah karena ingin bisa bawa beberapa tas atau sepatu. Mampu tinggal di tipe kamar yang di atas standar dan merasa worth it karena kita sudah kerja begitu keras, jadi dianggap seperti reward untuk diri sendiri.

 

Gimana, cukup akurat, nggak? Tulis komentar kamu di bawah, ya.

Leave a Reply