8 Nasihat Bisnis JLEB dari Anne Avantie

no Comment
She’s my rock star!

She’s my rock star!

Saya sudah pernah bertemu dengan bunda Anne Avantie di beberapa acara tapi setiap kali tetap saja meninggalkan kesan. Kenapa? Karena setiap kali bertemu, beliau selalu cerita tentang perjalanan hidup, filosofi dan etos kerjanya yang membuat saya kagum.

Begitu juga dengan weekend kemarin. Saya kebetulan memang ingin datang ke Pasar Tiban yang diadakan olehnya. Penasaran aja, akan seperti apa, sih? Ternyata ramai banget! Seru banget deh belanja di sana. Mulai dari harga di bawah Rp100.000 sampai Rp 1 jutaan ada.

Saya datang sekitar jam 8 malam dan kaget melihat bunda Anne masih ada di sana. Iya, masih jaga pameran, lengkap dengan kondenya dan melayani semua yang minta foto. Hmm, kalau sekaliber Anne Avantie masih mau nungguin dagangan, kita yang masih belajar nggak boleh sok deh, ya.

Ngobrol langsung dengan pembeli. Walaupun capek, tetap konsisten kondean karena branding itu penting.

Ngobrol langsung dengan pembeli. Walaupun capek, tetap konsisten kondean karena branding itu penting.

Nggak berhenti sampai di sana. Pertemuan saya dengannya berlanjut pada hari Rabu lalu di kantor Femina, di mana bunda Anne menghadiri sharing session dengan para pelaku bisnis fashion (salah satunya saya).

Anne Avantie di sharing session yang diadakan oleh Femina

Anne Avantie di sharing session yang diadakan oleh Femina

Dari sesi itu, ada 8 hal JLEB yang saya mau share di sini:

1. Teruslah berkreasi, nggak usah takut ditiru. Berkarya itu seperti buang tisu. Biar orang lain pungut dan kita jadi berkat orang banyak.

2. Berpikirlah yang simple. Masalah besar itu dikecilin, masalah kecil dibuang.

3. Sopan santun dan attitude itu penting. Bisnis bisa tidak berkembang hanya karena kita sok atau tidak santun.

4. Tidak perlu kecil hati apabila tidak cukup modal, tidak cukup ahli dan tidak cukup yang lain-lainnya. Jadikan rasa iri sebagai pacuan untuk mencapai tujuan. (Beliau hanya lulusan SMP dan bisa berhasil dengan tekad dan kerja keras selama 15 tahun. Sampai sekarang tidak bisa menggambar, menjahit atau memotong kain, dan itu bukan alasan baginya untuk tidak bisa maju).

5. Orang yang suka memonjokkan atau mengecilkan kita itu tidak ada jasanya, apalagi membantu kita, jadi tidak perlu dipikirin dan tidak usah didengar omongannya.

6. Mental juara itu bukan harus menang tapi harus menyelesaikan apa yang sudah dijalankan

7. Lampu panggung akan padam, tepuk tangan akan selesai, bangku akan ditinggal. Trus, bajumu laku, nggak? Ingat, hidup itu realita.

Dan ini yang saya paling suka dan sangat relevan dengan jaman sekarang :

Jangan kebanyakan gaya karena nanti bisa kehabisan gaya, trus mati gaya

(diartikan seperti lebih besar pasak daripada tiang, alias mendahulukan penampilan luar tapi sebenarnya tidak mampu)

JLEB banget, kan?

Leave a Reply