6 Cara Membunuh Bisnis Kita

no Comment

Attractive woman holding her head

Beberapa tahun terakhir adalah periode yang sangat exciting buat dunia wirausaha Indonesia. UKM dan startup mulai menjamur, seiring dengan makin tingginya keinginan orang untuk menggapai mimpi membangun usaha sendiri. Titel entrepreneur pun disandang banyak dari kita dengan bangga dan bikin pemiliknya merasa memiliki gengsi tersendiri. Tapi jangan lupa, pada akhirnya, dengan bisnis atau usaha, kita nggak hanya harus survive, tapi juga ideal kalau bisa tumbuh sesuai rencana. Sebelum sampai ke sana, ada hal-hal yang harus dipahami dan dalam hal ini dihindari terlebih dahulu biar bisnis kita nggak layu sebelum berkembang. Apa saja? Ini 6 di antaranya, menurut pengalaman saya.

1. Pinjam uang tanpa berhitung

Kadang kita butuh tambahan uang atau pinjaman, tapi sebelum pinjam, pastikan sudah dihitung bagaimana bisnis kita bisa membayarnya. Jangan sampai kita nggak bikin perhitungan bunganya yang ujung-ujungnya kita kayak kerja bakti hanya untuk bayar bunganya.

2. Langsung mempekerjakan banyak orang

Cita-citanya sih banyak orang = penjualan tinggi sales = revenue naik, tapi jangan lupa, ini bisa jadi cost yang besar. Intinya, jangan sampai fixed cost lebih tinggi dari variable cost. Penambahan orang harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk pengembangan perusahaan, bukan untuk gengsi-gengsian.

3. Terjebak title CFO, COO, CTO dan lain-lain

Jangan sampai gara-gara kita mau bisnis kita terlihat bonafid, kita mempekerjakan orang-orang untuk memenuhi titel-titel ini dan end up bayar terlalu mahal. Kecuali kalau orang-orang tersebut berpotensi membawa perusahaan kita ke posisi lebih baik ya.

4. Jarang ngantor

Mentang-mentang kita yang punya kantor, kita jarang ngantor. Liburan melulu atau ngopi-ngopi terus sama teman. Staff itu gak bisa jalan sendiri loh jadi leadership di kantor itu penting banget. Lagian kalo jarang ngantor, gimana bisa bikin kantor kita maju?

5. Langsung ngantor di tempat keren

Malu kalau ditanya kantor kita di mana dan harus dijawab ngantor di ruko? Maunya sih langsung bilang ngantor di gedung GKBI atau di area SCBD ya. Boleh aja sih, asal ada duitnya. Tapi kalo maksa, akibatnya modal yang bisa buat pengembangan usaha habis cuma buat bayar rental kantor.

6. Gengsian

Berhubung kantornya belum multinasional, jadi pergi ke mana-mana malas bawa kartu nama. Atau nggak mau atau nggak pede dengan produk sendiri sehingga malas mempromosikan ke orang lain. Lah , kalau ini yang terjadi, kalau kita nggak bangga bawa kartu nama kantor sendiri, mendingan balik kerja jadi pegawai lagi aja deh. Masuk akal kan?

Leave a Reply