5 Tren Olahraga Yang Harus Dicoba

no Comment

Hello there, sweat addicts!

Haha, dibilang sweat addict karena sepertinya makin banyak orang yang suka olahraga ya. Senang, deh. Saya sendiri rutin berolahraga karena dua alasan utama: Buat jaga kesehatan dan buat buang lemak Nasi Padang, balado nangka dan makanan Indonesia endeus lainnya. 😀 Kalau soal olahraga, saat ini saya lagi addict sama Pound. Itu loh, olahraga pakai stick yang tampak simple, tapi kalau dijalanin, paha rasanya pedes kayak Gado-gado pakai karet 2, haha.

Tiap beberapa tahun, tren olahraga memang biasanya berevolusi. Mulai dari aerobik di tahun 80an, BL di tahun 90an (yang tau singkatan BL, boleh loh tinggalin komen di bawah, hihi), sampai yoga 10 tahun terakhir. Berhubung besok tanggal 9 Oktober adalah Hari Olahraga Nasional, saya kumpulkan beberapa tren olahraga seru yang menurut saya wajib dicoba. Apa aja?

1. Zumba

Zumba diciptakan oleh seorang penari dan koreografer asal Columbia, sebenarnya sudah dari tahun 90an. Gerakannya merupakan kombinasi dari dance dan aerobik, diiringi dengan musik yang enerjik. Elemen dance-nya macam-macam, ada hip hop, samba, salsa, dan lain-lain. Terdengar seru, ya? Meski diciptakan hampir 20 tahun yang lalu, Zumba baru benar-benar ngetop 2 tahun belakangan dan saat ini diminati oleh 15 juta orang di 180 negara. Banyak orang ikut Zumba dengan alasan untuk menurunkan berat badan karena kelas ini membakar 600 sampai 1000 kalori per sesinya.

Giuliana Rancic di Zumba Toning class

Giuliana Rancic di Zumba Toning class

2. Boot camp

Wih, denger namanya aja udah ngeri, ya? Haha. Boot camp adalah sebutan buat group physical training yang biasanya diadakan oleh personal trainer secara outdoor, yang konsepnya diambil dari military training. Programnya didesain untuk membantu kita lebih kuat dan fit lewat berbagai gerakan interval dalam waktu 1 jam, termasuk di antaranya stretching, lari, angkat beban dan pushup/situp.

Salah satu sesi training Mighty Warriors Bootcamp, Jakarta.

Salah satu sesi training Mighty Warriors Bootcamp, Jakarta.

3. Pound

Sesuai namanya, banyak dari gerakan exercise Pound atau Pound Fit yang seperti memukul-mukul karena olahraga ini memang terinspirasi dari menyenangkannya memukul dan memainkan drum. Yang inspiring, Pound diciptakan oleh Carrie Ekins, seorang warga negara Amerika yang tinggal di Jerman, yang ingin berolahraga secara intensif saat ia harus berada di atas kursi roda. Beberapa tahun kemudian, olahraga ini booming di berbagai belahan dunia. Beberapa manfaatnya, Pound adalah olahraga yang melatih semua bagian badan, mulai dari tangan, perut sampai kaki. Selain itu, efektif juga untuk menurunkan berat badan.

My kind of exercise. #menujubodyadrianalima

My kind of exercise. #menujubodyadrianalima

4. Soul Cycle, Spinning dan indoor cycling lainnya

Olahraga bersepeda sekarang bermacam-macam. Dulu di gym cuma ada kelas Cycling, udah gitu aja. Paling mentok dikasih nama RPM. Kalau sekarang, kelas sepeda indoor ada macam-macam. Dua di antaranya adalah Soul Cycle dan Spinning. Apa bedanya? Soul Cycle menawarkan aktivitas yang lebih dari sekedar menggenjot pedal sepeda karena sambil bersepeda, kita juga diajak melakukan berbagai latihan seperti latihan beban untuk tangan, pushup di stang sepeda dan menyesuaikan kecepatan bersepeda dengan musik yang ada, sedangkan Spinning mengadaptasi konsep bersepeda outdoor dengan segala tantangannya.

alessandra

Alessandra Ambrosio adalah salah satu dari banyaknya selebriti yang menyukai Soul Cycle

5. Freeletics

Freeletics adalah aplikasi latihan HIIT (High Interval Training) yang mengkombinasikan full-body workout dan lari yang tujuannya untuk membakar lemak. Durasi latihannya bermacam-macam, mulai dari 5 sampai 45 menit. Di Freeletics, goal-nya adalah melakukan setiap gerakan secepat mungkin, jadi performance kita diukur dari waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan set gerakan yang diminta. Karena sifatnya “free” (orang yang melakukan Freeletics disebut Free Athlete), Freeletics bisa dilakukan sendiri atau dalam grup, dan bisa di mana saja, baik di gym, di taman, maupun di rumah. Jadi nggak ada alasan lagi untuk malas olahraga ya, hihi.

Contoh set gerakan Freeletics. Ringkes, bisa dilakukan di rumah.

Contoh set gerakan Freeletics. Ringkes, bisa dilakukan di rumah.

Dari kelima olahraga di atas, yang mana yang sudah pernah atau tertarik kamu coba?

Leave a Reply