3 Alasan Orang Meninggalkan Group Chat

no Comment

group chat

Beberapa hari lalu saya tergelitik membaca Kata Redaksi dari Mbak Petty, Majalah Femina, mengenai group chat. Saya lalu iseng membuat polling di Twitter yang hasilnya seperti yang tertera di atas.

Saya nggak tau berapa banyak group WhatsApp yang teman-teman punya. Biasanya sih mulai dari group kantor, divisi, team kecil, group keluarga, group arisan, group sekolah anak (nah kalo anaknya banyak bisa punya group WA untuk tiap kelas anaknya, pusing deh, haha), belum lagi group teman SMP, SMA, kuliah, pengajian, dan lain-lain.

Namanya juga group chat, pasti isinya orang ngobrol semua ya. Ngobrolnya sih wajar, tapi 3 alasan di atas memang sepertinya paling sering bikin orang ilfil (alias ilang feeling) dan akhirnya memutuskan untuk leave group.

Gimana enggak?

1. Gosipin orang melulu

Kita yang nggak kepingin tau, jadi tau. Kita yang nggak kenal, jadi kayak kenal karena mau nggak mau jadi tau ceritanya. Daripada nambah dosa, mendingan leave group deh, ya.

2. Mengandung SARA

Udah lah, ini cukup kalau baca timeline Facebook dan Twitter aja. Termasuk di bulan puasa gini loh. Ampun deh, isinya bikin darting (alias darah tinggi) melulu. Apalagi kalo sudah menyangkut agama. Ada yang numpang dakwah terus-terusan atau sinis banget sama agama atau etnis tertentu. Leave group udah paling bener deh, daripada ikutan emosi jiwa.

3. Ngobrol nonstop 24 jam

Ini semacam radio AM/FM nggak pernah mati, siaraaan terus. Dan biasanya karena bisa bunyi terus, isinya remeh temeh alias nggak penting. Belum lagi kalo ada yang hobby berbagi berita yang belum jelas kebenarannya (hoax) atau foto/video yang seharusnya tidak disebarluaskan (pembunuhan, pornografi , dll). Kalo sudah begini, nggak ada kata lain deh selain bye bye!

Bagaimana dengan kamu, punya alasan lain nggak kenapa meninggalkan group chat?

Leave a Reply