12 Hal Yang Harus Dibuang Dari CV Kita

no Comment
cv

Photo: Google Images

Yang belakangan lagi berpikir untuk pindah kerja atau bahkan baru mau melamar untuk pertama kalinya, selain mencari lowongan pekerjaan, tentu yang penting harus disiapkan adalah CV dong. Tapi tau nggak sih, berhubung jaman juga sudah berubah, segalanya sekarang lebih instan, orang maunya semua dilakukan dengan cepat, konten CV kamu juga harus diupdate.

Misalnya, sebelumnya, kita ‘diajari’ untuk memasukkan berbagai pengalaman pekerjaan. Akibatnya, kalau sudah pernah pindah kerja 5 kali, CV kita jadi nggak ringkes lagi karena lebih panjang. Mungkin kita berpikir, “Kalau nggak ditulis semuanya, gimana mereka bisa tau saya bisa apa aja?” tapi yang harus dipertimbangkan di jaman sekarang adalah bagaimana mereka akan tau kamu ngapain aja, kalau gara-gara mereka lihat CV panjangnya 6 halaman, trus langsung di-skip aja gitu, nggak bahkan dilihat sama sekali. Karena ini jamannya efisiensi, kita harus menyesuaikan diri. Dalam kasus tadi, jangan sampai kita dianggap “tidak bisa mengkomunikasikan pesan secara singkat, padat dan jelas” gara-gara CV kita terlalu bertele-tele.

Apa lagi yang segera harus dibuang dari CV kita? Ada 12.

1. Objective

Kita melamar pekerjaan itu, artinya jelas tujuan kita apa. Pengecualiannya adalah kalau pekerjaan yang kita lamar beda jauh dengan pekerjaan kita sebelumnya alias ganti industri, maka menuliskan objective bisa membantu, bahkan kalau perlu pakai rangkuman singkat.

2. Alamat lengkap

Jaman sekarang, alamat rumah nggak perlu ada di CV. Cukup sebutkan kita tinggal di kota mana atau di wilayah apa. Alamat lengkap nanti aja saat kita berurusan dengan HRD kalau sudah diterima.

3. Alamat email yang tidak professional

Semoga udah nggak ada ya yang pakai email unyu seperti [email protected] atau [email protected] untuk melamar pekerjaan. Bikin email baru cuma butuh waktu 5 menit loh, gratis lagi.

4. Lebih dari 1 nomor telepon

Nomor telepon rumah sudah pasti nggak usah (lagian masih ada nggak sih yang punya telepon rumah hari gini? hihi). Kalau kita punya lebih dari 1 smartphone, cukup tulis 1 nomor aja dan pastikan nomor itu yang paling aktif, yang selalu saat selalu kita pegang.

5. Pengalaman kerja yang tidak relevan

Kalau kamu melamar jadi reporter fesyen di majalah perempuan untuk mengejar passion, tapi saat baru lulus kuliah jurusan akuntansi, sempat menjadi Junior Accountant selama 2 tahun, ini nggak perlu ditulis. Terkecuali kalau kamu bisa meyakinkan bahwa pekerjaan lama yang nggak ada hubungannya itu justru jadi additional skill. Misalnya kamu ingin jadi Sales Assistant dan sebelumnya kamu adalah penyiar radio. Di sini kamu bisa berargumen bahwa kamu sudah punya skill jualan yang basic karena saat siaran dulu terbiasa membacakan iklan dan saat membawakannya harus terdengar meyakinkan.

6. Pengalaman kerja yang sudah lebih dari 15 tahun

Ini berlaku buat yang sudah bekerja cukup lama. Kalau pengalaman kerja dari jaman sebelum tahun 2000 dimasukkan, orang yang membaca bisa kehilangan minat. Begitu juga halnya dengan tanggal kelulusan kuliah dan ijazah. Kalau kita lulus lebih dari 15 tahun yang lalu, ini nggak perlu lagi disebutkan.

7. Link media sosial yang tidak relevan dengan pekerjaan yang dilamar

Kalau timeline media sosial kita lebih banyak diisi oleh hal-hal personal, link-nya nggak perlu dimasukkan ke CV. Ini termasuk link Facebook, Twiter, Instagram, sampai link blog kita yang isinya pendapat pribadi.

Yang sebaiknya dimasukkan adalah link media sosial yang sifatnya dan kontennya lebih professional, misalnya LinkedIn, atau link Twitter yang isinya memang sangat berhubungan dengan pekerjaan karena selama ini kamu sudah membangun personal branding, misalnya.

8. IPK

IPK alias Indeks Prestasi Kumulatif juga nggak perlu dimasukkan, kecuali kalau kamu adalah fresh graduate dan IPK kamu setidaknya 3.8, hehehe. Tapi kalau sudah lulus lebih dari 3 tahun atau kalau IPK kamu di bawah 3.8, nggak perlu lah ya.

9. Detail pribadi

Nggak perlu masukkan status diri (single atau menikah) atau agama. Jaman duluuu banget orang suka menyertakan ini di CV, sekarang sih nggak usah.

10. Hobi

Let’s be honest, nggak semua orang ingin tau juga apa hobimu, apalagi kalau belum kenal. Biasanya orang tertarik ingin tau hobi kita kan kalau sudah kenal beberapa lama atau sudah jadi teman. Hobi bisa disebutkan hanya kalau benar-benar relevan dengan pekerjaan yang kita lamar. Kalau nggak ada hubungannya, mendingan dihapus aja daripada ngabisin space di CV dan ngabisin waktu orang yang membacanya.

11. Referensi

Kalau orang yang mewawancara tertarik dengan kita dan ingin melakukan follow up lebih jauh, misalnya dengan menghubungi atasan atau kolega kita dari pekerjaan yang sebelumnya, mereka akan bilang kok. Jadi tunggu ditanya aja.

12. Gaji yang diharapkan

Tujuan dari CV adalah untuk memperlihatkan pengalaman profesional dan skill kita. Gaji dibahas nanti pada saat wawancara tahap lanjut. Jadi nggak perlu masukkan gaji yang diharapkan di CV karena bisa bikin ilfil pewawancara atau bahkan kita nggak dapat kesempatan wawancara sama sekali karena angka yang kita minta dianggap terlalu tinggi, misalnya.

Begitulah kira-kira. Semoga berguna dan semoga segera mendapatkan pekerjaan yang diinginkan!

 

Sumber: LinkedIn.

Leave a Reply