10 Hal Penting Tentang Alasan (Belum) Menikah

no Comment

IMG_6530

Sebelum Valentine kemarin, saya diminta teman saya Ligwina Hananto untuk menjadi guest blogger di QMfinancial.com. Temanya sangatlah nyolek, yaitu soal hal-hal penting tentang alasan belum atau akan menikah.

Buat yang belum baca di web QM, saya tulis lagi di sini khusus untuk sahabat ReeSays.

Love yourself before you love others!

Buat saya ini penting banget, jadi jangan dibalik, yaa. Saya masih sangat memegang teguh faktor bibit, bebet dan bobot. Nah, ini 10 hal yang menurut saya penting banget, berhubung saya salah satu #KorbanHarusIkutUrunanKawinanOrang, hehe.

1. Support orangtua

Orangtua sudah berkorban banyak untuk kita sehingga kita bisa sekolah tinggi dan sukses seperti sekarang. Sesudah lulus kuliah, sempatkan untuk berbakti pada orangtua, dalam bentuk support untuk kebutuhan orangtua kita.

Jangan sampai, sesudah lulus kuliah, lalu menikah dan punya anak, kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri.

2. Teman-teman sudah menikah semua

Jangan memutuskan menikah hanya karena semua teman sudah menikah. Memangnya ada perlombaan, ya? Kalau memang belum ada yang cocok, so?

Yang penting, kamu happy dengan hidupmu. Berpikirlah positif! Selagi belum menikah, kamu bisa bebas merencanakan banyak hal dalam hidupmu, mulai dari pergi liburan, melanjutkan pendidikan atau berkarir di kota lain atau bahkan di luar negeri, dan seterusnya.

3. Don’t settle for less

Jangan hanya karena takut nggak akan ada yang melamar, lalu kita meng-iya-kan saja ajakan menikah dari lelaki yang kita nggak cinta, nggak sreg sama keluarganya, atau sejuta alasan lainnya.

Menikah itu keputusan penting, lho.. don’t ever settle for less!

4. Takut tua sendirian

Menikah karena takut tua sendirian? Orang menikah bisa bercerai. Pasangan pun bisa meninggal. Aduh, alasan ini nggak valid banget, deh!

5. Sudah mapan?

Semapan apakah kamu? Apalagi untuk laki-laki. Sudah siap menghidupi anak orang? Kenyataannya, cinta aja nggak cukup, lho. Memutuskan untuk berumahtangga jelas memiliki konsekuensi finansial, pastikan kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, ya!

6. We want the married life

Iya sih.. melihat teman-teman yang sudah menikah kayaknya asyik. Cobalah berpikir positif. Selama belum menikah, kita bisa melakukan banyak hal secara independen. Contohnya, nih.. we earn our own money. Bisa belanja sesuka hati, pergi liburan dan bersenang-senang.

Kalau ternyata memang belum ketemu pasangan yang pas, it’s ok! Menikah seharusnya membuat standar hidup kita lebih baik, lho.. jangan sampai sebaliknya!

7. Being (financially) selective

Pastikan untuk cek background pasanganmu. Apakah dia punya hutang? Sebesar apa perannya dalam men-support keluarganya? Suka nggak suka, masalah keuangan sering banget menjadi bom waktu dalam sebuah pernikahan. Jadi, nggak ada salahnya cek dan ricek, kan?

8. Takut jadi perawan tua

Haloooo, this is 2016! Liat deh, cewek-cewek umur 40 sekarang, they look even more gorgeous compared to when they were 20! That’s what success made you.

Lagipula, age is only a number with different responsibility, right?

9. Ketemu pasangan yang cocok

Ini penting banget! Yang kita cari itu kan life partner, bukan sekedar status. Pastinya harus cari yang cocok, dong. You deserve to be happy!

10. Demi karir

Ada orang yang menikah supaya karirnya meningkat. Ada juga orang yang belum menikah demi mengutamakan perkembangan karirnya. Nggak ada yang salah, kok. Setiap orang punya pertimbangan masing-masing.

Hey, yang menjalani hidup itu kamu, nggak usah mikirin komentar orang lain. Go for it! Reach out your wildest dreams because you deserve it!

Buat saya alasan menikah itu cuma dua: because I love him and I want to spend the rest of my life with him. That’s all.

Buat kamu yang mau menikah, you can look forward to a happy married life!

In the mean time, enjoy your happy single life!

Leave a Reply