Flashback: 10 Hal Lucu Yang Kita Alami Saat Hanya Punya Telepon Rumah

no Comment

fixed phone

Ngomongin jaman dulu memang nggak ada habisnya ya. Yang besar di tahun 80an pasti heboh pasti hafal lirik Electric Youth atau hobi jalan sore di Melawai, sedangkan yang besar di tahun 90an biasanya punya poster NKOTB di dinding kamar atau gedean dikit setengah mati belain music alternatif (dapat salam dari MTV Unplugged).

Apalagi hal-hal yang kita alami saat beranjak dewasa? Nggak lain dan nggak bukan adalah kebiasaan nelepon. Maklum, mulai SMP biasanya kita mulai punya lebih banyak teman (kan kelasnya aja bisa mulai dari 1A sampai 1J) dan mulai taksir-taksiran sama lawan jenis. Ihiy! Good times ya!

Yang mana dari hal-hal lucu di bawah ini yang juga kamu alami saat hanya punya telepon rumah?

1. Kalau orang janji telepon, kita harus tungguin di rumah

Hahaha. Di era smartphone begini, ini rasanya absurd banget ya? Sabar banget berarti kita jaman dulu. Kalau orang yang ditunggu nggak jadi nelepon, ya udah, kita cuma bisa ngambek aja keesokan harinya.

2. Nguping obrolan orang di line lain

Ini bukti kalau orang kepo udah ada dari dulu. Gemesnya, yang kepo biasanya orangtua atau kakak kita yang suka usil mau tau kita ngobrol sama siapa. Cieee.

3. Nggak bisa nelepon orang, nadanya sibuk

Hiihh. Kalau ini terjadi di jaman sekarang, kita pasti udah nggak sabaran banget ya nggak bisa menjangkau orang yang kita perlu ajak ngobrol. Tapi jaman dulu kita sabar-sabar aja tuh.

4. Hafal semua nomor telepon rumah, mulai dari nomor teman sampai saudara

Ini bukti kalau teknologi yang maju bisa bikin kita malas. Dulu ngafalin nomor telepon segitu banyak, nggak masalah. Sekarang nomor telepon gebetan pun belum tentu kita hafal di luar kepala.

5. Buku telepon

Biasanya kita punya 2 macam: buku telepon yang ada di dekat telepon di rumah, yang isinya nomor telepon sanak saudara dan teman-teman seluruh penghuni rumah (tapi didominasi teman-teman ayah ibu kita tentunya) dan buku telepon kecil punya kita sendiri yang bisa kita bawa-bawa di dalam tas. Kalau butuh telepon orang dan nggak hafal nomornya, tinggal cari huruf depan nama orang itu di buku, trus cari deh namanya di halaman itu.

6. Semua orang kalau janjian on time

Another advantage of a less modern technology: kita jadi lebih bisa menghargai orang. Iya lah, jaman dulu, kita akan berpikir 2x sebelum terlambat datang saat janjian sama orang, karena ngabarinnya ribet, harus cari telepon umum dulu. Kalau terlambat datang dan nggak ngabarin, siap-siap aja dicembutin. Masih bagus kalau nggak ditinggal.

7. Pacaran pakai telepon dengan waktu minimum ngobrol 1 jam

Namanya juga ABG, ngobrol sama pacar secara langsung rasanya deg-degan luar biasa. Makanya pacaran lewat telepon sering jadi solusi. Nggak enaknya, siap-siap disemprot orangtua di akhir bulan karena tagihan telepon yang membengkak, hihihi. Ya maap.

8. Pas pulang ke rumah, pertanyaan pertama adalah “Tadi ada yang telepon nggak?”

Kalau ada, rasanya nggak sabar untuk nelepon balik!

9. Note papan dekat telepon penting, untuk mencatat siapa yang telepon dan minta ditelepon balik ke mana

Sebaliknya, kalau ini note nggak ada nama kita, rasanya sedih ya. (*lebay dari jaman ABG*)

10. Kalau kenalan, ya tukeran nomor telepon rumah

Trus deg-degan deh nunggu saat-saat telepon pertama dan paling stres kalau ketika kita sudah nemu saat yang pas untuk nelepon (biasanya pas rumah lagi sepi jadi nggak diresein), eh yang ngangkat telepon di ujung sana bokapnya. “Halo Oomm.. Dimas-nya ada?” 😀

 

Leave a Reply